Rabu, 27 Desember 2017

Agar Pohon Kurma dapat Berbuah Matang

Pohon kurma berbuah di Masjid Al Barkah Bekasi (foto merdeka.com)
Pada artikel sebelumnya di blog kami dapat kita ketahui bahwa pohon kurma dapat tumbuh dan berbuah di Indonesia. Namun saat pohon kurma yang tumbuh di negeri kita Indonesia mulai berbuah ternyata buah tersebut tidak bisa matang sempurna sebagaimana di negeri arab. Hal ini karena sepanas-panasnya suhu udara di Indonesia hanya dikisaran 35-38 derajat celcius, sedangkan buah kurma untuk bisa matang membutuhkan udara atau angin yang sangat panas seperti di negeri asalnya.


Oleh karena itu, pohon kurma di Indonesia yang dapat berbuah kematangannya hanya bisa sampai fase khalal, tidak bisa mencapai fase Ruthob (matang sempurna) bahkan fase tamr (kurma kering). Lihat fase-fase kematangan buah kurma di link ini.  Namun bagi para penggiat kurma di Indonesia, hal ini bukanlah menjadi hambatan malah menjadi tantangan untuk mencari solusinya. Karena pohon kurma yang berbuah di negeri ini tidak akan matang di pohon maka para penggiat Kurma Indonesia melakukan penanganan pasca panen untuk mematangkannya yaitu dengan memberikan bantuan kenaikan suhu kepada buah kurma tersebut.

H. Riad panen kurma di Masjid Al Barkah Bekasi (kiri) kurma setelah penjemuran (kanan)

Salah seorang anggota IDPA (Indonesian Date Palm / Asosiasi Kurma Indonesia) dari Banjarmasin (Kalsel) yaitu Bapak H. Riad Adnani berbagi pengalaman tentang penanganan pasca panen pada pohon kurma di Masjid Al Barkah Bekasi. Beliau meletakkan buah kurma hasil panen di piring kaca dan dijemur dibawah terik matahari, dengan aplikasi sederhana ini setelah 2-3 hari dijemur maka buah kurma tersebut yang semula renyah menjadi lunak sehingga tingkat kemanisannya pun meningkat menjadi 21 brixmeter.

Ada pula Pengalaman menarik penanganan pasca panen buah kurma oleh Bapak Muhaimin Iqbal, inisiator IDPA dalam tulisan beliau di geraidinar.com. Beliau mendapatkan buah kurma dari petani kurma Indramayu. Beliau meletakkan buah kurma tersebut di dalam mobil yang mana mobil tersebut diletakkan di bawah terik matahari sehingga menjadi seperti oven dikisaran 45-50 derajat celcius. Untuk aplikasi dikebun kurma atau skala komersial bisa dibuat seperti kotak penetas telur ayam tapi diset suhunya dikisaran 45-50 derajat celcius karena di suhu inilah ternyata buah kurma bisa matang di negeri asalnya.


Pa Muhaimin Iqbal inisiator IDPA (Kiri) Pohon Kurma Indramayu foto geraidinar.com (Kanan)

Setelah 3 jam pemanasan, kurma yang tumbuh dan dipetik di negeri ini Insyaallah akan seperti kurma yang baru dipetik di negeri Arab baik warna tekstur maupun rasanya... uenak...

Landasan teorinya, secara umum saat kenaikan suhu 10 derajat cecius, aktivitas pernapasan buah meningkat dua kali lipat. Aktivitas pernapasan inilah yang mengubah pati di dalam buah berubah menjadi gula yang rasanya manis. Untuk tanaman asli negeri ini tentu tidak perlu kita naikkan suhunya, tapi untuk tanaman dari negeri panas perlu bantuan kenaikan suhu supaya bisa matang sempurnya.

Semoga pengalaman penanganan pasca panen buah kurma di atas dapat bermanfaat bagi para penanam, penggiat, pehobi dan pekebun kurma di Indonesia.

Oleh Ahmad Ridha

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar